Cari Blog Ini

Senin, 24 September 2012

1 Harapan Penduduk SURGA dan NERAKA untuk Kembali ke DUNIA



Dunia itu hanyalah bayangan yang tidak lama lagi akan hilang.
Dunia hanyalah setetes air bila dibandingkan lautan luas tak bertepi.
Sebanyak apapun yang engkau rengkuh di di dunia ini,
Maka ia hanya setetes dari lautan luas di bumi.
Oh tidak, bahkan kurang dari setetes.
Karena setetes itu adalah untuk dunia seluruhnya,
Sementara engkau tak memiliki dunia seluruhnya.

Celakalah Engkau yang menyangka dunia ini adalah segala-galanya.
Sehingga Engkau mengorbankan apa saja untuk mendaptkannya.

Ingatlah, dunia yang kau lihat gemerlap ini
Hanya bayangan...
Hanya setetes air...
Hanya beberapa nafas...
Hanya beberapa tahun...
Dan setelah itu...
Engkau akan memasuki gerbang keabadian.
Di sana hanya amalanmu...
Yang berguna untuk menggapai kebahagiaan.
Menuju surga yang dijanjikan...
Yang kenikmatannya...
Tak pernah disaksikan oleh pandangan mata siapapun,
Tak pernah didengarkan oleh telinga siapapun jua,
Dan tak pernah terbetik dalam pikiran dan hati makhluq manapun.

Tapi, di sinilah, di dunia inilah engkau menyemainya.
Dunia ini adalah ladang akhiratmu.
Di sinilah sumber kebahagiaan dan keberuntunganmu di akhirat.
Hanya di sini engkau diizinkan oleh-Nya...
Untuk mengumpulkan bekal yang menguntungkanmu di sana.

Kalau saja Engkau tahu,
Dunia inilah yang selalu menjadi angan-angan...
Para penduduk Surga dan Neraka untuk kembali ke dunia.

Tentang penghuni surga yang mengangankan kembali ke dunia,
‘Abdullah ibn Mas’ud radhiallahu ‘anhu meriwayatkan :
“ Sesungguhnya para syuhada’ itu bagaikan burung-burung hijau yang lepas bebas di surga ke mana saja ia mau. Kemudian ia akan kembali pada pelita-pelita yang bergantungan di ‘arsy. Dan ketika mereka berada dalam keadaan seperti itu, muncullah Rabb mereka di hadapan mereka seraya berkata : “Wahai hamba-hambaKu, mintalah kepadaKu apa saja yang kalian inginkan !”.
Mereka pun berkata : “Wahai Rabb kami ! Kami meminta padaMu agar Engkau mengembalikan ruh kami ke dalam jasad kami, lalu Engkau kembalikan kami ke dunia hingga kami dibunuh sekali lagi di sana (di jalanMu).”
Maka tatkala Allah melihat bahwa mereka tidak meminta selain hal itu, Dia pun meninggalkan mereka.” ( HR. Muslim)

Allah Ta’ala berfirman tentang penghuni Neraka :
“Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata : “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami serta menjadi orang-orang yang beriman”, (tentulah engkau –Muhammad- akan melihat suatu peristiwa yang memilukan.” (QS. 6 : 27)

Dalam ayat lain dikatakan :
“Dan mereka (para penghuni neraka) itu berteriak di dalam neraka itu : “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan amal yang shaleh berbeda dengan dahulu telah kami kerjakan.” (QS. 35 : 37)

Sungguh jauh perbedaan antara kedua angan-angan itu.
Sama-sama berangan untuk kembali demi melakukan amal shaleh.
Namun yang satu karena merasakan dahsyatnya siksa neraka,
Sementara yang lain karena telah merasakan ni’mat yang tiada tiara.

Ada baiknya kita yang masih di dunia,
Membayangkan kenikmatan surga ...
Agar lebih berusaha keras untuk melaksanakan perintah-Nya
Dan beramal sunnah untuk menaikkan derajat di surga.
Juga membayangkan dahsyatnya siksa neraka...
Agar lebih berusaha keras menjauhi dosa larangan-Nya
Dan menjauhi sesuatu yang sia-sia.

Seorang salaf bernama Ibrahim At Taimy rahimahullah pernah mengatakan :
“Aku membayangkan diriku berada di dalam surga, memakan buah-buahnya, memeluk bidadari-bidadarinya yang perawan dan menikmati segala kenikmatannya. Lalu aku berkata kepada diriku sendiri : “Wahai diriku ! Apa sesungguhnya yang engkau angan-angankan saat ini ??”.
Ia menjawab : “Aku mengangankan untuk dikembalikan ke dunia agar aku dapat menambah amal-amal yang menyebabkan aku mendapatkan semua nikmat ini.”
”Lalu aku membayangkan diriku di dalam neraka. Dibakar dengan apinya yang menyala-nyala. Dipaksa untuk meminum air hamim-nya yang dipenuhi darah dan nanah. Dan memakan buah zaqqum-nya yang menjijikkan.”


Maka aku berkata pada diriku sendiri : “Apakah yang engkau inginkan saat ini ??”
Ia menjawab : “Aku ingin dikembalikan ke dunia lagi agar aku dapat mengerjakan amalan yang dapat menyelamatkan aku dari siksaan yang mengerikan ini.”
(Setelah membayangkan itu semua), akupun berkata pada diriku sendiri : “Wahai diriku ! Engkau telah mendapatkan angan-anganmu itu. (Kini engkau masih berada di dunia), maka segeralah beramal !”. 


Sahabat Hikmah...
Sadarilah bahwa masa hidup kita sungguh terbatas.
Nafas kita hanya berbilang.
Setiap tarikan dan hembusan nafas...
Tak lebih dari sebuah pertanda...
Bahwa usia kita di dunia telah berkurang.
Sungguh sangat singkat usia duniawi kita ini.
Karenanya...
Setiap penggalan bahkan setiap bagian terkecilnya
adalah permata yang tak ternilai dan tiada bandingnya.

Ingatlah...
Bahwa dengan kehidupan yang singkat ini...
Akan terjadi sebuah kehidupan yang abadi,
Abadi dalam kenikmatan
Atau abadi dalam azab yang penuh pedih-perih.

Bila kita mencoba membandingkan
Kehidupan dunia ini dengan kehidupan akhirat,
Akan sadarlah kita...
Bahwa setiap nafas itu berbanding lebih besar
daripada beribu-ribu tahun di akhirat,
Entah itu dalam kenikmatan yang tak berbatas atau sebaliknya.

Karenanya jangan sia-siakan permata umurmu...
Tanpa melakukan suatu amalan kebaikan.
Jangan engkau biarkan ia pergi...
Tanpa mendapatkan balasan yang setimpal.
Untuk menaikkan derajatmu di surga
Atau menjauhkanmu dari siksa neraka.

Bersungguh-sungguhlah...
Agar setiap tarikan nafasmu tak pernah kosong...
Dari keshalehan dan taqarrub padaNya.
Sebab jika engkau kehilangan sebutir permata duniamu,
Betapa sedihnya hatimu…
Apalagi jika yang hilang adalah permata akhiratmu ?
Bagaimana mungkin engkau tega menyia-nyiakan,
Dan membuang detik-detikmu begitu saja ?
Bagaimana mungkin engkau ‘tenang-tenang’ saja,
Padahal semakin banyak jejak-jejak usiamu di dunia ini yang terhapus ?
Bayangkanlah jeritan penyesalan para penghuni neraka itu.
Air mata darah sekalipun tak brguna untuk kembali ke dunia.

Sahabat Hikmah...
Kini, aku dan kau masih di sini.
Yah, masih di dunia fana ini.
Tempat kita menyemai tanaman akhirat.
Maka segeralah bertaubat dan beramal !
SHARE TWEET

0 BERSYUKUR dengan APA yang TIDAK DISUKAI


"Aku TAK SELALU MENDAPATKAN apa yang KUSUKAI,
Oleh karena itu AKU SELALU MENYUKAI apapun yang aku DAPATKAN."
...Kata-Kata Diatas merupakan wujud SYUKUR. 
Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. 
Dengan BERSYUKUR kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan BAHAGIA. 

Sebaliknya, perasaan TAK BERSYUKUR akan senantiasa membebani kita. 
Kita akan selalu merasa kurang dan TAK BAHAGIA.
Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan ....
Seandainya sudah, apalagi yang harus diINGINkan ?

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu ...
Karena itu memberimu kesempatan untuk BELAJAR ...

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit ...
Di masa itulah kamu TUMBUH ...

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu ...
Karena itu memberimu kesempatan untuk BERKEMBANG ...

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru ...
Karena itu akan membangun KEKUATAN dan KARAKTERmu ...

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat ...
Itu akan mengajarkan PELAJARAN yang berharga ...

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih ...
Karena itu kamu telah membuat suatu PERBEDAAN ...

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik...
Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut...

Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif...
Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu…
Dan semua itu akan menjadi BERKAH bagimu ...

SHARE TWEET

0 Oh Ibuku


Oh Ibuku...
Sebenarnya setiap hari kulantunkan do’a untukmu...
Tapi pada hari ini... sebagai Hari Ibu...
Merupakan momentum untuk mengingat jasamu...
Dan setiap kali ku mengingatmu sebagai ibuku...
Aku sungguh berterima kasih kepadamu.
Dan aku belum bisa berbuat banyak untuk membahagiakanmu.

Aku dulu bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa...
Dari perutmu-lah aku memulai kehidupan.
Sesungguhnya aku berasal dari air yang hina.
Yang setiap orang merasa jijik...
Tapi di perutmulah ku mulai berubah.
Ku menjadi segumpal darah, segumpal daging…
Dan akhirnya terberbentuk seorang bayi yang lucu.
Di perutmulah ku mulai dihargai…
Aku mulai disayang, dibelai dan diharapkan kehadirannya.
Ku rasakan belaian kasih sayangmu.
Ku dengarkan doamu untuk kebaikanku.

Oh Ibuku...
Kau bawa aku kemanapun pergi..
Kau mulai tidak bebas bergerak dan bertambah berat...
Tapi kumerasakan hatimu semakin bahagia...
Kumerasakan aku semakin disayang...
Aku semakin sering dibelai...
Aku juga sering mendengar ceritamu...
Aku juga sering diajak bercanda dengan tendangan kakiku.

Oh Ibuku...
Setelah umurku 9 bulan lebih
Saat aku ingin keluar melihat dunia...
Ku dengar rintihanmu...
Ku dengar rasa sakitmu yang sangat...
Engkau mengaduh dan mengatur napas menahan sakit yang sangat...
Dan akupun mulai berontak ingin keluar
Dan Engkau semakain mengaduh menahan sakit.
Alhamdulillah aku bisa melalui lubang sempit yang tidak masuk akal
Aku keluar bersama dengan air ketuban dan cucuran darah...
Ku dengar Engkau berteriak menahan sakit...
Tetapi kemudian setelah mendengarku menaangis dengan kencang..
Engkau malah bersyukur dengan raut muka yang sangat bahagia.


Oh Ibuku...
Setelah ku dibersihkan dan diberi pakaian dan selimut.
Ku mulai merasakan dingin, tapi kau dekap aku...
Ku mulai merasakan lapar, kau beri aku susumu, dari daging dan darahmu.
Saat aku takut dan kaget kau peluk aku dengan sayang sehingga akupun tenang.
Semakin hari kau semakin menyayangiku.
Bahkan saat aku buang air kecil dan air besar...
Kaupun mengganti popokku dengan senyuman dan bercanda...
Bahkan aku diberi ciuman.

Oh ibuku...
Setelah sebulan umurku...
Sayup-sayup aku mulai mengenal wajahmu..
Wajah yang penuh ikhlas dan kasih
Wajah yang sabar dan keibuan...
Wajah yang selama ini telah menyayangiku...






Oh ibuku...
Hari berganti hari..
Tahun berganti tahun...
Aku semakin besar...
Dan sekarang baru ku sadar...
Betapa banyaknya dosaku padamu oh ibu...
Saat kau suruh membelikan sesuatu...
Aku tidak mau karena sedang asyik nonton.
Saat kau nasehati aku...
Aku tidak mendengarkannya dan bergumam...
Cerewet amat sih ibu...
Bahkan saat aku bertengkar ...aku pun membentakmu...

Oh Ibuku...
Baru kali ini ...
Setelah sekian lama...
Setelah ku melihat isteriku melahirkan
Setelah ku mempunyai anak satu demi satu...
Ku baru sadar begitu besar perjuanganmu
Begitu tulus kasih sayangmu...
Tapi ...
Aku merasa belum berbuat banyak untukmu...
Saat ku kecil disibukkan dengan mainanku
Saat ku ABG aku asik dengan teman-temanku
Disibukkan dengan belajar.
Saat ku dewasa disibukkan dengan tugas-tugas kuliah.
Saat aku lulus dan mendapat pekerjaan aku langsung menikah
Hasil gajiku hanya sedikit yang ku kirim untukmu.
Karena aku mulai membbiayai keluargaku...

Aku belum banyak berbuat untuk membahagiakanmu...
Walaupun engkau tidak mengharapkan itu.
Tapi aku tidak mau Engkau ’pergi’ meninggalkanku
Dan aku belum memenuhi impian-impianmu kepadaku.
Dan di hari ini...
Ku ucapkan TERIMA KASIH ibu...
Aku tak bisa memberi apa-apa...
Hanya do’a dan mengikuti ajaranmu
Agar Engkau diampuni dan pahala mengalir selalu ..
Walau yang tinggal hanya namamu...

Karena jasamu tiada terbalas.
Semoga engkau mau memaafkanku atas dosa-dosaku

Hanya tangisku sebagai saksi
atas rasa cintaku padamu

I LOVE YOU SO MUCH
SHARE TWEET

0 PASANGAN




”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS Ar Rum : 21)

Sahabat Hikmah...
Dalam memilih pasangan dan berkeluarga
Tentu kita ingin mendapatkan yang terbaik.
Tetapi kadang kita hanya ingin mempunyai pasangan yang terbaik.
Tetapi diri kita belum baik...
Apakah kita akan mendapatkannya ?
Padahal yang namanya PASANGAN harus SESUAI satu dengan lainnya.

”Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” ( QS Adz Dzariyaat : 49)

Masalah jodoh sudah ditentukan oleh Allah.
Bila kita baik, maka pasangan kitapun akan baik.
Bila kita tidak baik, maka pasangan kitapun akan tidak baik pula.
Laki-laki yang sholeh menjadi pasangan wanita yang sholehah.
Wanita yang sholehah menjadi pasangan laki-laki yang sholeh.
Tidak mungkin laki-laki sholeh memilih isteri yang masih mengumbar aurat.
Dan tidak mungkin wanita sholehah akan memilih suami yang tidak sholat.


LEBAH yang baik akan mendatangi BUNGA yang banyak madunya.
LALAT yang paling menjijikkan akan mendatangi BANGKAI yang sudah busuk baunya.Jadi marilah perBAIKi diri, niscaya pasangan kitapun akan BAIK.
Jadilah wanita sholehah dan laki-laki sholeh,
niscaya pasangan kita pun akan sama.

”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (QS An Nur:26)

Semoga menjadi HIKMAH.
Wallahu a'lam bi showab

SHARE TWEET

0 Ketika Kita Harus Memilih





Ada cerita menarik yang bisa diambil HIKMAHnya:

Pada suatu kelas extention, seorang dosen mengadakan suatu permainan kecil kepada mahasiswanya yang sudah berumah tangga.

"Mari Kita buat satu permainan, mohon satu orang bantu saya sebentar."


Kemudian salah satu mahasiswa berjalan menuju Papan Tulis.

Dosen: ”Silahkan Tulis 10 nama yg paling dekat dengan anda pada papan Tulis !”

Dalam sekejap sudah dituliskan semuanya oleh mahasiswa tersebut. Ada nama tetangganya, nama orang tuanya, kekasihnya, anaknya dan lain-lain.

Dosen: ”Sekarang silahkan coret 2 nama yg menurut anda tidak penting !”

Mahasiswa itu lalu mencoret nama tetangganya.

Dosen: ”Silahkan Coret 2 lagi !”

Mahasiswa itu lalu mencoret nama teman-teman kantornya.

Dosen: ”Silahkan Coret 1 lagi !”

Mahasiswa Itu mencoret lagi satu nama dari papan tulis dan seterus sampai tersisa 3 nama yaitu orang tuanya, istrinya, dan anaknya.

Suasana kelas hening. Mereka mengira semua sudah selesai dan tidak ada lagi yg harus dipilih.


Tiba tiba Dosen Berkata : ”Silahkan Coret 1 lagi !”

Mahasiswa itu perlahan mengambil pilihan yg amat sulit lalu dia mencoret nama orang tuanya secara perlahan.

Dosen: ”Silahkan Coret 1 lagi !”

Hatinya menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur dan lambat laun mencoret nama anaknya. Dalam sekejap waktu mahasiswa itupun menangis.

Setelah suasana tenang sang Dosen bertanya kepada Mahasiswa itu. "Orang terkasihmu bukan orang tuamu dan anakmu? Orang tua yang membesarkan Anda, anak anda adalah darah daging anda , sedang istri itu bisa di cari lagi. Tapi mengapa anda berbalik memilih istri anda sebagai orang yang paling sulit untuk dipisahkan ?”

Semua orang didalam kelas terpana dan menunggu apa jawaban dari Mahasiswa tersebut.

Lalu mahasiswa itu perlahan berkata, "Sesuai waktu yang berlalu, orang tua akan pergi dan meninggalkan saya, sedang anak jika sudah dewasa setelah itu menikah pasti meninggalkan saya juga, yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah istri saya."




Sahabat Hikmah...
Rugi dan binasalah suami-suami yang tidak menghargai isteri mereka.
Karena isteri inilah yang telah memberikan segalanya.
Dia telah memberikan kita anak, mengurus rumah, keuangan.
Menyiapkan makanan, baju dan menjadi penghibur kita .
Dan dia akan tetap setia menemani dan mengurus kita sampai ajal menjemput, walaupun yang lain telah pergi dengan urusannya.
Biarpun tak secantik bintang, tetapi dia adalah isterimu.
Dan dialah yang halal untukmu.
Sayangi dan syukuri…..

Firman Allah :
"Dan bergaullah dengan mereka dengan cara yang patut. Kemudian apabila kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikannya kebaikan yang banyak." (QS An-Nisaa:19) 


Dari Abu Hurairah ra., dia berkata :”Rasulullah SAW bersabda :”Janganlah seorang mukmin membenci mukminah, jika ia tidak suka salah satu akhlaq (istri)nya, ia menyukai daripadanya akhlaq yang lain” –atau beliau bersabda ; “sesuatu yang lainnya”. (HR.Muslim)


Dari Abu Hurairah ra., dia berkata :”Rasulullah SAW bersabda :”Berwasiatlah kepada wanita dengan baik, sebab wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok pada tulang rusuk adalah bagian atasnya. Maka apabila kamu langsung meluruskannya maka kamu telah mematahkannya. Dan apabila kamu membiarkannya, maka dia akan bengkok selamanya, maka berpesan-pesanlah kepada wanita”. (HR.Bukhari-Muslim)


”Wanita itu bagaikan tulang rusuk, jika kamu meluruskannya (secara paksa) maka kamu mematahkannya, dan jika kamu mencari kepuasan daripadanya maka kamu akan mendapatkannya, dan padanya tetap ada yang bengkok”. (HR.Bukhari-Muslim)


Dari Mu’awiyah Ibn Haidah ra, dia berkata :”Saya bertanya kepada Rasulullah : ”Wahai Rasulullah apa hak istri salah seorang kami atas suaminya ?”. Beliau menjawab :”Kamu memberinya makan kalau kamu makan, kamu memberinya pakaian kalau kamu berpakaian, jangan memukul wajah, jangan mencaci menjelek-jelekkan dan jangan berpisah ranjang dengannya kecuali dalam satu rumah”. *) (HR.Abu Daud, hadits hasan)


Dari Abddullah Ibn Umar Ibn Al-Ash ra., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : ”Dunia ini adalah kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita shalihah”. (HR.Muslim)


Wallahu a'lam bi showab

SHARE TWEET

Minggu, 23 September 2012

0 Dibalik Kesuksesan Christian Gonzales Yang Muallaf.


Saat Menyaksikan laga Semmifinal Piala AFF antara Timnas Indonesia melawan Filipina sangat menegangkan.
Karena Filipina diperkuat pemain-pemain berbakat yang biasa berlaga di Liga Inggris dan memberikan perlawanan yang baik. Alhamdulillah Christian Gonzales dapat menjebol gawang Filipina yang dikawal Neil Etherington di menit ke-31. Sebuah umpan jauh kapten Firman Utina gagal diantisipasi Etherington --kiper ketiga klub Liga Inggris Fulham-- yang mencoba memotong bola, mudah bagi Gonzales karena gawang sudah tak dijaga.



Setelah memasukkan gol pada semi final kemarin



Sahabat HIkmah...Yang menarik bagi saya, sukses Gonzales yang ternyata mempunyai nama Islam Mustafa Habibi mencetak gol satu-satunya tak lepas dari berkah shalat tahajud
yang dilakukan sehari sebelum pertandingan krusial tersebut . Hal ini disampaikan istri Gonzales, Eva Siregar, dalam sebuah tayangan infoteinment di sebuah TV swasta, "Tadi malam (Rabu malam) saya sekeluarga tahajud, berdoa semoga suami saya mencetak gol pada pertandingan nanti," tutur Eva. Menurut Eva, Suaminya Christian Gonzales sekarang ini selalu mengalarm jam 1 untuk shalat tahajud bersama dan berdoa agar Indonesia bisa juara.




Salah satu cara bersyukur Gonzales setelah memasukkan gol







Setelah memasukkan gol, tidak lupa bahwa itu adalah anugerah Allah Tuhan yang Kuasa


Lalu siapa sebenarnya Christian Gonzales, yang ternyata seorang Mualaf dan dia bangga menjadi warga negara Indonesia ?
Muallaf Christian Gonzales
Christian Gonzales, pemain cemerlang bertabur bintang dengan gelar peraih top skor 4 tahun berturut-turut merupakan sosok yang tak asing lagi di dunia persepakbolaan tanah air Indonesia. Namun siapa menyangka, dibalik kesuksesan Gonzales terdapat suatu kekuatan yang menyemangati hidupnya, terlebih setelah ia menjadi Muallaf, kekuatan itu tidak lain adalah kekuatan doa.

Gonzales atau yang memiliki nama lengkap Christian Gerard Alfaro Gonzales dilahirkan di Monteveido, Uruguay pada tanggal 30 Agustus 1976 dari seorang ayah angkatan militer bernama Eduardo Alfaro dan ibu seorang suster di rumah sakit Montevideo bernama Meriam Gonzales.

Kedua pasangan ini, khususnya sang ibu adalah penganut agama Katolik yang taat. Gambar Bunda Maria selalu menempel di setiap sudut ruangan rumah dan tempat kerjanya. Bahkan saking fanatiknya, gambar Bunda Maria kerap dibawa kemana-mana oleh ibunya.

Ketaatan dari sang ibu nampaknya berpengaruh pada diri Gonzales, anak ketiga dari enam saudara ini kerap pergi ke Gereja dua sampai tiga kali dalam seminggu, oleh karena itu tidak heran jika Gonzales dikenal sebagai anak yang taat dalam beragama.

Perkenalannya dengan dunia sepak bola, dimulai ketika Gonzales berusia 6 tahun. Semula ayahnya berharap Gonzales dapat meneruskan jejaknya menjadi seorang militer, namun karena kegilaannya terhadap dunia sepak bola, harapan itu tak terpenuhi.

Menginjak usia ke 18 tahun, pria yang menyukai warna hitam ini bertemu dengan seorang wanita beragama Islam asal Indonesia, Eva Nurida Siregar di Cile, Amerika latin pada tahun 1994. Saat itu Eva menekuni salsa di sekolah Vinadelmar. Lama berkenalan akhirnya Gonzales menyimpan hati pada Eva. Dan tak lama kemudian Cintanya berbalas.

Sebagai penganut Katolik, lelaki yang dikenal pendiam ini sama sekali tidak mengenal agama Islam yang dianut pujaan hatinya, begitu pun dengan sang ibu. “Sebelum ketemu istri, saya sama sekali tidak tahu Islam” ungkap pria penggemar Rivaldo. Maka peran Eva pun menjadi berat, ia berulang kali menjelaskan tentang ajaran Islam yang dianutnya.

Usaha wanita kelahiran Pekanbaru ini akhirnya berhasil. Eva Nurida Siregar yang beragama Islam dan Christian Gerard Alfaro Gonzales yang beragama Katolik menikah dan hidup bersama di Uruguay pada tahun 1995.

Karir pria yang memiliki tinggi badan 177 Cm ini di dalam persepak bolaan terus berkembang, mulai dari Klub Penarol Uruguay (1988-1991), South Amerika (1994-1995), Huracan de Carientes Argentina (1997) dan Deportivo Maldonado (2000-2002) pernah dijajaikinya.
Perkembangan karir ini sebetulnya tidak lepas dari peran Eva. Setiap kali pemain sepak bola yang dijuluku elloco (si gila) ini mau berangkat bertanding, wanita yang biasa dipanggil Amor oleh Gonzales ini selalu memanjatkan doa kepada Allah SWT. Dalam berdoa terkadang Eva sengaja mengeraskan suara dengan harapan Gonzales dapat mendengarnya.

Kebiasaan inilah yang membuat Gonzales mulai tertarik dengan ajaran Islam. Ia sendiri tidak akan beranjak pergi sebelum kekasihnya selesai berdoa. Karena dari doa inilah Gonzales menemukan kedamaian dan ketenangan yang selama ini tidak didapatkan dari agama yang dianut sebelumnya. Doa ini pula yang membuat dirinya semakin bersemangat dan optimis setiap kali bertanding di lapangan hijau.

Tidak hanya itu, Gonzales terkadang memperhatikan kebiasaan Eva yang selalu mengucapkan bismilah ketika mau melakukan sesuatu atau mengucapkan istighfar ketika dihadapkan pada konflik, serta ucapan lainnya yang menjadi doa umat Islam.

Pada tahun 2002 pria yang menyukai aktor Tom Cruise ini menerima sebuah tawaran dari agen sepak bola untuk bermain di Indonesia. Ia pun tertarik dan akhirnya menerima tawaran tersebut dengan merumput di Indonesia bersama PSM Makassar pada tahun 2003.

Indonesia merupakan negara yang berpenduduk mayoritas beragama Islam, selama ini Gonzales hanya mengenal Islam melalui istrinya dan ini dirasa tidak cukup. Sekarang pemain yang doyan sup ayam ini bisa langsung menemukan Islam dari para penganutnya.

“Saya tidak pernah memaksa Gonzales masuk Islam”. Ungkap Eva “Kadang-kadang setelah saya baca buku tentang ajaran Islam, saya simpan buku itu di meja dan Christian diam-diam membacanya, maka dia kemudian tau bagaimana sikap suami terhadap istrinya dalam Islam dan bagaimana sikap istri terhadap suaminya” Lanjutnya mengenang saat pertama kali tinggal di Indonesia bersama Gonzales.

Maka tepat pada tanggal 9 Oktober 2003 Christian Gonzales memutuskan untuk masuk Islam atas dasar kemauan sendiri dengan disaksikan oleh ustadz Mustafa di Mesjid Agung al Akbar Surabaya. Christian Gerard Alfaro Gonzales kemudian diberi nama Mustafa Habibi. Nama Mustafa diambil dari guru spiritualnya, ustadz Mustafa sedangkan Habibi (cintaku) diambil karena rasa cinta sang istri amat besar kepada Christian Gonzales.

Islam memiliki kesan tersendiri bagi Gonzales “Karena di dalam Islam setiap ada sesuatu ada ucapan doanya seperti ketika masuk rumah mengucapkan assalamualaikum, ketika mau melakukan sesuatu diawali dengan basmalah, dan setiap melangkah dalam Islam selalu aja ada bacaan. Dan ini menjadi hati saya merasa tenang” Ungkap Eva mengutip ucapan Gonzales.

keislaman pria penggemar Manchester United ini kemudian dilegalkan di Kediri dengan Piagam muallaf dari Urusan agama setempat sekaligus melegalkan pernikahan antara Christian Gonzales dengan Eva Siregar.

Sang ibu, Meriam Gonzales saat dikabarkan keislaman anaknya, menerima dengan ikhlas agama yang dipilih anak tercintanya, ia hanya berharap anaknya meraih kesuksesan di masa depan. Namun untuk menjalin hubungan keluarga, Gonzales dan Eva setiap hari tidak ketinggalan menghubungi ibunya, hanya sekedar menanyakan kabar dari negara nun jauh di sana.

Seakan menemukan air di gurun sahara, begitulah kondisi pemain yang mencetak 33 gol untuk PSM Makassar saat itu. Dengan bimbingan Ustadz Mustafa, Gonzales mulai mengenal Islam lebih dalam. Selain itu Hj Fatimah, ulama terkenal asal Mojosari dan Hj. Nurhasanah turut menjadi guru spiritual Gonzales. Bahkan Majlis Ulama Gresik sendiri sampai mengangkat Gonzales beserta keluarganya sebagai anak angkat mereka.

Hj. Nurhasanah biasa dipanggil Bunda, selalu menyemangati Gonzales dengan nasehat untuk selalu berdoa. “Kamu harus kuat-kuat doa” kenang Eva menirukan ucapan Hj. Nurhasanah. Begitu pun Hj Fatimah, ustadzah yang membangun mesjid dengan nama Gonzali ini baik via telephone atau tatap muka selalu menyemangati Gonzales dengan doa sambil menangis.

Selama di Kediri, ayah empat anak ini bermain membela Persik Kediri dan tinggal di perumahan Taman Persada. Rumah ini menjadi awal kehidupan baru bagi Mustafa Habibi. Islam telah banyak merubah dirinya. Setiap tengah malam ia terbiasa membangunkan istrinya untuk shalat tahajud atau sekedar berdoa.

Setiap kali pertandingan akan digelar keesokan harinya, Eva sang istri selalu mengadakan pengajian yang dihadiri oleh ibu-ibu sekitar rumahnya dan diakhiri dengan pembacaan doa. Sementara pengajian berlangsung, Gonzales selalu memperhatikan pengajian dan duduk disamping Eva atau terkadang ia duduk di belakang ibu-ibu pengajian. Maka tidak heran jika Eva lupa tidak mempersiapkan pengajian orang yang pertama kali menegurnya adalah suaminya sendiri.
Namun Gonzales bukanlah manusia yang sempurna, sama seperti pemain lainnya dalam pertandingan sepak bola, konflik kadang tidak bisa dihindari. Tercatat pada tahun 2004, Gonzales pernah memiliki masalah dengan Abu Shaleh Pengurus Pengda PSSI Banten saat PSM Makassar menjamu Persikota Tanggerang. Tahun 2006, Gonzales bermasalah dengan Emanuel de Porras striker PSIS. Setahun kemudian Gonzales berurusan dengan wasit Rahmat Hidayat saat melawan Pelita Jaya Jawabarat dan pada tahun 2008 Gonzales berurusan dengan Erwinsyah Hasibuan bek dari PSMS.

Tentunya permaslahan ini berujung pada sanski yang dikeluarkan tim disiplin PSSI, mulai dari denda sampai larangan bermain. Sanksi ini bagi Gonzales merupakan ujian berat, dan pada saat yang sama guru-guru spiritual Gonzales selalu membingbing dan menyemangati Gonzales untuk tetap bangkit dan bersabar menerima cobaan. Terbukti, nasehat ini berhasil membawa Gonzales terus bangkit dan kembali berlaga untuk menciptakan gol di lapangan hijau.

Popularitas dan harta yang melimpah ruah tidak begitu mempengaruhi Gonzales, ia bukanlah tipe orang yang suka menghambur hamburkan uang. Bahkan ia akan sangat marah jika ada orang yang mengajaknya ke klub atau tempat hiburan malam dan tak segan Gonzales akan memutuskan hubungan dengan orang tersebut.

Harta yang ia raih dari perjuangannya di persepakbolaan lebih suka ia berikan kepada anak yatim, fakir miskin dan ibu-ibu pengajian sebagai zakat dan shadaqah. Hal ini dilakukan karena Gonzales mengetahui kewajiban zakat yang ia baca dari buku-buku keislaman milik istrinya.

Sempat Gonzales beserta istrinya berkeinginan untuk menunaikan haji tahun 2008, namun Allah berkehendak lain uang yang di dapatkan dari peralihan top skor sebanyak 50 juta digunakan guna membiayai operasi istrinya untuk melahirkan anak keempat, Vanesa Siregar Gonzales .

Menyangkut kebiasaanya dalam pertandingan sepak bola, pemain yang rajin bersih-bersih rumah ini setiap kali berangkat bertanding selalu membawa tasbih di dalam tasnya dan beberapa buku doa sebagai perbekalan. Selain itu tidak seperti pemain muslim lainnya yang sujud syukur ketika menciptakan gol, bagi Gonzales bentuk rasa syukur ketika berhasil mencetak gol adalah dengan mengangkat telunjuknya ke mulut seraya menengadah ke langit, hal ini merupakan isyarat rasa syukur terhadap Allah yang Maha Esa. Tetapi kadang juga dengan sujud syukur.

Bahkan pada saat membela tim Persib Bandung, pria berkalung ayat kursi ini menggunakan nomor punggung 99. Nomor ini dipilih bukan tanpa alasan, 99 merupakan isyarat asma Allah yang dikenal dengan asmaul husna.

Terkait harapannya ke depan, Gonzales sangat perhatian dengan keluarga “Saya berharap anak-anak menjadi anak yang shaleh dan sehat wal afiyat, semoga Allah melindungi, supaya ketika masalah datang ya cepat hilang” demikian keinginan Gonzales. 



Kadang seorang Mualaf lebih bersemangat dalam beragama.
Karena dia mau belajar dan karena mau mengamalkannya sedikit demi sedikit.
Sedangkan orang muslim yang tidak mau belajar, pasti dia tidak yakin dan tidak memahami agamanya sehingga untuk mengamalkannya pun menjadi beban.
Semoga kita tidak kalah dalam beribadah dengan Christian Gonzales.
Dan semoga Christian Gonzales atau Mustafa Habibi diberikan keistiqomahan, dan Indonesia bisa juara dalam piala AFF 2010 ini. Amin.

Allah SWT berfirman (artinya), ''Dan di antara waktu malam, maka bertahajudlah sebagai 
(ibadah) kesunatan bagimu, semoga Tuhan mengangkatmu ke derajat yang mulia.'' (Al-Israa': 79). 

Sebuah hadis qudsi tentang fadhilah Tahajud, sebagaimana diriwayatkan Bukhari, Muslim, Malik, Turmudzi, dan Abu Dawud, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ''Tuhanmu yang Maha Pemberi Berkah dan Maha Mulia, selalu turun ke langit dunia setiap malam, pada paruh waktu seperti tiga malam terakhir, dan Dia berfirman, 'Barang siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, barangsiapa mengajukan permintaan kepada-Ku akan Aku berikan, dan barangsiapa memohon ampun kepada-Ku akan Aku ampuni'.''
SHARE TWEET