Cari Blog Ini

Kamis, 20 September 2012

0 Buka Hatimu


Dikisahkan, ada seorang anak muda yang merasa dirinya tidak bahagia.Setiap hari, dari jendela kamarnya dia melihat taman dan pemandangan alam yang sangat indah, orang berlalu lalang, anak-anak bermain dengan gembira. 

Tetapi fenomena itu tidak membuat hatinya bahagia. Justru dia tidak mengerti, mengapa orang-orang di… luar sana bisa tertawa-tawa bersama atau setidaknya menunjukkan wajah yang gembira.
Karena melihat keadaan di sekitarnya, hatinya yang hambar, terusik pada pertanyaan, “Apa rahasia bahagia?” 

Demi mendapatkan jawaban tersebut, si pemuda memutuskan keluar dari kamarnya dan mulai bertanya kepada siapa saja yang mungkin bisa memberi jawabannya.

“Maaf Pak, saya mau bertanya, dari mana bahagia itu?” tanyanya kepada seorang bapak yang tampak gembira melihat anak-anak yang sedang berlarian.
“Bahagia? Dari mana datangnya? Lihat saja anak-anak itu,” jawab si bapak santai. Si pemuda mencermatinya dan tidak mengerti mengapa melihat anak-anak itu adalah kebahagiaan.

Dia pun berjalan terus dan berusaha bertanya ke beberapa orang lainnya tetapi tetap saja tidak menemukan jawabannya, apa dan bagaimana bahagia itu. Hingga tibalah dia di depan rumah seorang petani yang sedang beristirahat sambil meniup seruling dengan nikmatnya.

Si pemuda menunggu sampai lagunya selesai dan mengajukan pertanyaan yang sama. “Ayo, masuklah kemari,” si petani mempersilakan si pemuda dengan ramah.
“Bapak sedang membuat seruling baru. Lihatlah! Begini caranya.” Tangannya pun sibuk memperagakan memilih bambu, mengusap dan membersihkan bulu-bulu halusnya dengan cermat.
“Setelah bersih, kini saatnya meratakan dan kemudian melubanginya.”
“Bapak, saya kemari bukan belajar membuat suling dan apa hubungannya semua ini dengan kebahagiaan?” tanya si pemuda dengan kesal.

“Anak muda, jangan marah dulu. Perhatikan dulu apa yang hendak Bapak jelaskan. Bambu sekecil ini bisa mendatangkan nada yang indah, rahasianya ada di lubang-lubang kecil ini. Nah, sama dengan KEBAHAGIAAN yang kamu tanyakan. Buatlah lubang dan biarkan dia terbuka di dalam hatimu. Karena tanpa kamu pernah membuka hati, sama halnya kamu tidak pernah memberi kesempatan pada hatimu sendiri dan selamanya kamu tidak akan mengenal, apa itu bahagia. Mudah kan? Apakah kau mengerti?”“Ya Pak, saya mengerti. Terima kasih.”

Sahabat Hikmah…
Merasa senang dan bahagia adalah keadaan hati.
Seringkali kita melihat ataupun mendengar banyak orang yang memiliki harta berlimpah
tetapi hidup tidak bahagia. Ada pula orang yang hidupnya biasa-biasa
saja, tetapi tampak sekali kebahagiaan melingkupinya.
MEMBUKA HATI berarti bisa menerima keadaan apapun kita hari ini,
namun TETAP berikhtiar mengejar mimpi yang kita harapkan.
Mampu menikmati hidup ini secara positif dan bernilai bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.
Dengan sikap mental hidup seperti itu, PASTI setiap saat kita bisa menikmati kebahagian.

Rasulullah Muhammad Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sungguh MENAKJUBKAN urusan orang beriman! Sesungguhnya SEMUA urusannya BAIK. Dan yang demikian tidak dapat dirasakan oleh siapapun selain ORANG BERIMAN. Jika ia memperoleh kebahagiaan, maka ia BERSYUKUR. Bersyukur itu baik baginya.Dan jika ia ditimpa mudharat, maka ia BERSABAR. Dan bersabar itu baik baginya.” 
(HR Muslim 5318)

Jadi kita tidak akan bisa bila kita tidak MEMBUKA HATI ,
Dan kita tidak akan mudah MEMBUKA HATI kecuali dengan kaca mata IMAN,
Yaitu dengan…
Beriman bahwa hidup ini adalah FANA dan akhiratlah yang KEKAL,
Beriman bahwa kebaikan dan keburukan adalah UJIAN …
bukan KEHORMATAN atau KUTUKAN
Beriman bahwa semua urusan di dunia sudah DITULIS dalam Kitab Lauh Mahfuzh,
Sehingga siapa yang BERHASIL jangan SOMBONG,
Dan siapa yang GAGAL jangan BERSEDIH HATI
Beriman bahwa siapa yang beramal sholeh akan mendapat balasan Surga,
Beriman bahwa siapa yang berbuat dosa akan mendapat ganjaran Neraka,

Kalau KEIMANAN sudah ada di dalam dada,
Maka kita akan mudah BERSYUKUR bila mendapat NIKMAT,
Dan BERSABAR bila mendapat MUSIBAH.
Dan dalam keadaan apapun kita akan selalu bahagia
Selagi Allah bersama kita.

Wallaahu a’lam bi shawab

SHARE TWEET

0 comments:

Posting Komentar

Tolong yah Kawan untuk berbagi komentar anda di blog saya, satu kata yang anda tulis sejuta pahalanya bagi anda ^^v