Cari Blog Ini

Jumat, 21 September 2012

0 Seorang Anak Bertanya : "Mengapa Nabi Ibrahim Mau yah, Disuruh Allah Menyembelih Anaknya Sendiri ?"


Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda:
"Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Qurban, lebih dicintai Allah selain dari MENYEMBELIH hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu kelak di hari Kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka berUNTUNGlah kalian semua dgn PAHALA qurban itu." (HR. Tirmidzi, no: 1413)
Penyembelihan Hewan Qurban pada hari raya Idul Adha dan hari tasyrik adalah mengikuti sunnah Nabi Ibrahim as yang melaksanakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail as, tetapi kemudian Nabi Ismail as yang akan disembelih, diganti oleh Allah subhanahu wa ta’la dengan seekor kibasy (kambing) yang besar, sehingga akhirnya yang disembelih adalah bukan Ismail anaknya, tetapi seekor kibasy yang besar.

Dari kisah tersebut, seorang anak kecil bertanya "Kok Nabi Ibrahim Mau yah Disuruh Allah Menyembelih Anaknya Sendiri ?"Dan kita sebagai manusia yang awam muncul berbagai pertanyaan :


Mengapa Allah memerintahkan sesuatu yang tidak baik (menurut pandangan manusia) yaitu membunuh anak ?
Mengapa Nabi Ibrahim as, anaknya Ismail serta Istrinya Hajar tidak protes kepada Allah? Bahkan mereka dengan penuh keikhlasan melaksanakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala terseut. Nabi Ibrahim merelakan anaknya untuk disembelih, Ismail dengan penuh keikhlasan merelakan dirinya untuk disembelih dan Hajar merelakan anak semata wayang yang dicintainya untuk disembelih.
Mengapa Iblis (berwujud manusia) yang menasehati agar peneyembelihan oleh seorang ayah kepada anaknya tidak dilakukan, malahan mendapat lemparan batu?Apa HIKMAH dibalik itu semua ?

Allah adalah pemilik seluruh yang ada di langit dan di bumi, dan Allah Maha Kuasa atas segalanya. Dia berhak menghidupkan atau mematikan, Dia berhak memerintah dan ditaati, tidak ada keburukan atas apapun yang dilakukan Allah terhadap makhluk-nya, karena semuanya adalah milik-Nya.”Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS.Al Baqarah:284)

“Apakah kamu tiada mengetahui bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit dan di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pepohonan, bianatang-binatang yang melata, dan sebagian besar manusia? Dan banyak diantara manusia yang ditetapkan siksa atasnya. Dan barangsiapa yang dhinakan Allah maka tidak ada seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS.al-Hajj:18)

Itulah mengapa, Fir’aun mengaku dirinya Tuhan, karena dia merasa sangat berkuasa pada saat itu. Tidak ada yang berkuasa di langit dan bumi, selain dari pada Allah subhanahu wa ta’ala, karena Dialah Pencipta dan Pemilik sekaliggus. 

Allah subhanahu wa ta’ala ingin menguji Nabi Ibrahim yang telah lama tidak mendapatkan anak sampai tua, dan setelah mendapat anak yang dicintainya, apakah kecintaannya kepada anaknya telah mengalahkan kecintaanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dan Nabi Ibrahim telah membuktikan bahwa dia amat sangat cintanya kepada Allah subhanhu wa ta’ala, sehingga beliau menuruti perintah Allah untuk menyembelih Ismail anaknya, sehingga beliau mendapat julukan dari Allah sebagai KHOLILULLAH (yang dicintai Allah).”Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS Al Baqarah : 165)

Katakanlah: "Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS At Taubah : 24)

Nabi Ibrahim as, Hajar, Ismail dan seluruh makhluknya wajib tunduk dengan senang hati atau terpaksa kepada Allah Sang Khaliq, karena titah Tuhannya wajib dilaksanakan. Dan Allah tidak akan menganiaya hama-Nya.”Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” (QS Annisa : 59) 

”Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata”. (QS Al Ahzab :36)

”Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul” (QS Al Anfa : 24)

”Barangsiapa yang menta`ati Rasul itu, maka sesungguhnya ia telah menta`ati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta`atan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (QS An Nisa : 80)

”Sesungguhnya jawaban orang-orang mu'min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan." "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS An Nur : 51)

"Dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba (Nya). " (QS Fushikat :46)

Apa yang dilakukan nabi Ibrahim dan keluarganya adalah suri teladan bagi orang yang mau mendekatkan dirinya pada Allah. Seberat apapun perintah yang diberikan Allah kepada kita, kalau kita patuh dan sabar menjalankannya, Allah pasti akan memberikan jalan keluar dan memberikan balasan yang berlipat ganda. Ibadah haji dan kemakmuran yang diberikan Allah pada kota Makah dewasa ini adalah buah dari ketakwaan dan kepatuhan nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah.”Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar, dan memberinyarizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS Ath Thalaq :2-3)

”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada merekakeberkahan dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS Al A’raf : 96) 

Bila orang musyrik menganggap selain Allah (Ratu Pantai Selatan, Gunung Merapi, Gunung Bromo atau apa saja) mempunyai KUASA dan mereka berkorban ayam, kambing, sapi dan kerbau untuk membuktikan ketundukannya... maka seharusnya mereka melakukan itu semua HANYA kepada Allah Subhanahu wa ta’la dan tidak menyekutukan kepada yang lain sebagaimana Nabi Ibrahim 'alaihi salam dan Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam telah mencontohkannya.Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, sesembelihanku (ibadatku), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". (QS. Al An’am : 162-163)

Syaithan akan menyesatkan manusia semuanya dan menghalang-halangi ketaatan kepada Allah, kecuali orang-orang yang ikhlash. Dan kita harus menjadikan syaithan sebagai musuh.
Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlash di antara mereka.
Allah berfirman: "Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya." (QS Shad : 82-85)

"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh, karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." (QS.Fathir :6)

Wallahu a’lam bi showab
Semoga mendapat HIKMAH

SHARE TWEET

0 comments:

Posting Komentar

Tolong yah Kawan untuk berbagi komentar anda di blog saya, satu kata yang anda tulis sejuta pahalanya bagi anda ^^v